Antara Pendidikan, Karir dan Keluarga

You may also like...

3 Responses

  1. hani says:

    IBUUU…sepertinya klise, tapi panggilan “ibu” tuh tiada tara koq. Sabar yaa. Saya dulu juga begitu. Anak pertama sampai usia 2 thn, barulah saya keluar rumah. Tadinya nggak tau mau kerja apa yg cocok setelah jadi ibu. Coba2 mengajar, yg waktunya biasa diatur. Hamil anak ke-2, ada iklan u.jadi PNS Dosen, saya melamar. Anak ke-1 umur 5 & anak ke-2 umur 2 thn, saya S2. Sekarang hmpr 27 thn jadi dosen, alhamdulillah anak2 sudah selesai S1-nya. Gitu deh ceritanya…Mungkin terlalu lama nunggunya? Anak 5 thn baru S2. Tapi gak apa, yg penting saya gak menyesali. Malah bersyukur, golden age anak2 dapat saya nikmati. Ini lhooo yg namanya tiada tara.

  2. Oci YM says:

    Saya juga memilih untuk di rumah saja mengurus buah hati Mbak, kendati sekarang usianya sudah 4 tahun. Saya menikah usia 22 tahun dan Alhamdulillah nggak lama diberi momongan. Setelah si kecil lahir, saya resign mengajar. Sekarang walaupun saya sudah S2 dan peluang untuk mengajar (dosen) banyak, saya masih belum siap untuk patah hati, meninggalkan si kecil bekerja. Saya sangat menikmati mengurus si kecil, menyaksikan tumbuh kembangnya setiap saat.

  3. Tri says:

    Subhanallah, ternyata dilema ibu muda itu mayoritas sama ya yang menambil pilihan untuk di rumah bersama anak. Tapi sy juga yakin insyaAllah, pilihan ini tidak salah, karena tujuan kita hidup adalah mengabdi pada Allah, dan tujuan menikah adalah melahirkan generasi terbaik, menjaga amanah Allah dengan baik.

    Terimakasih mbak, salam kenal.
    http://www.hidaazzam.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *