Ilustrasi Implementasi kegiatan pendukung di Perpustakaan Alam untuk menarik minat baca anak-anak TK

  • Posted on May 30, 2013 at 6:27 am

 

Pembahasan mengenai desain ruangan dan peralatan yang ada dalam perpustakaan ala mini telah ada dalam pembahasan sebelumnya. Setelah didesain semenarik mungkin dan anak tertarik untuk masuk ke dalam perpustakaan alam ini, harus ada berbagai kegiatan yang membuat anak tertarik untuk berlama-lama dan merasa betah dalam perpustakaan alam ini.

Setting yang indah saja tidaklah cukup bagi para pengunjung. Setelah masuk ke dalamnya dan ternyata tidak ada kegiatan sama sekali, akan membuat suasana perpustakaan menjadi membosankan. Ibarat masuk rumah megah, dan ternyata di dalamnya hanya ada benda-benda mati tanpa ada penghuninya. Oleh karena tu, diperlukan kegiatan pendukung, untuk menghidupkan ruh perpustakaan alam ini.

 

Minggu perpustakaan

Minggu perpustakaan ini adalah kegiatan selama satu minggu yang diadakan dalam perpustakaan alam ini.  Kegitan ini bisa beraneka ragam bentuknya. Misalnya bisa berupa berbagai macam perlombaan bagi anak-anak TK, talkshow ataupun yang lainnya. Kegiatan minggu perpustakaan ini bisa diadakan setahun sekali dalam penghujung akhir tahun ajaran, yang biasanya serangkaian dengan kegiatan akhir tahun sekolah

Berburu buku

Kegiatan rutin di awal semester, pengelola perpustakaan anak usia dini mengadakan kuis berisi beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan buku, misalnya Apa judul buku favoritnya dan di mana biasanya diletakkan buku itu, siapa nama tokoh cerita yang tidak mau minum obat dalam buku B? dan lain-lain. Lalu pada akhir semester, yang mengumpulkan jawaban benar diundi dan mendapat hadiah buku.

Selain itu, gambaran pelaksanaan program ini adalah melalui  lomba mencari buku-buku yang telah disembunyikan di  dalam setiap area perpustakaan. Setiap kelas mengirimkan wakil. Bisa berupa kelompok yang terdiri dari 5 anak yang tampil bergiliran. Usahakan buku-buku yang dicari adalah buku-buku yang direkomendasikan untuk dibaca pada awal tahun. Guru bisa membacakan sinopsis cerita lalu anak-anak disuruh mencari bukunya atau menyebutkan judul buku untuk dicari anak-anak. Pemenangnya adalah mereka yang pertama kali menemukan buku dengan benar dan paling banyak.

 

Library class

Kegiatan ini berupa belajar dalam perpustakaan setiap satu minggu sekali. Guru mengajak anak-anak untuk rutin mengunjungi perpustakaan setiap satu minggu sekalii ddan memanfaatkan media yang ada dalam perpustakaan dalam kegiatan pembelajaran. Sebagian orang berpendapat bahwa sebaiknya ada jam yang dijadwalkan bagi anak-anak untuk mengunjungi perpustakaan. Pendapat ini menyatakan bahwa kunjungan teratur ke perpustakaan akan mendorong kebiasaan membaca dan membentuk kesadaran bahwa pengetahuan bisa didapatkan dari sumber lain, bukan hanya dari guru.

 

Stay and Read (S&R)

Dalam kegiatan ini, anak-anak dibiasakan untuk menyempatkan waktu untuk membaca dan mengunjungi perpustakaan, misalnya 10 menit per hari. Untuk anak TK bisa dilakukan setelah mereka menyelesaikan tugas sambil menunggu waktu istirahat.

 

Be Exited Reader

Kegiatan yang serupa dengan S&R. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut bisa diadakan lomba membaca dan meminjam  terbanyak antar anak-anak TK dengan peraturan tertentu, misalnya 5 buku yang dipinjam mendapatkan satu poin. Poin ini bisa berupa stiker bergambar bintang. Poin bisa dikumpulkan di sebuah papan poin atau bisa juga gambar bintang tadi ditempelkan di dinding dari ruang kelas yang bersangkutan menuju kearah perpustakaan. Bintang yang sudah terkumpul sesuai dengan batas yang ditentukan, boleh ditukar dengan buku yang disukai anak tersebut.

 

Menulis buku bergambar

Dalam kegiatan ini, anak-anak belajar menggambar. Dan dibantu olehguru, anak memberi keterangan pada masing-masing gambar. Hasil dari lomba bisa digunakan untuk menambah koleksi buku bergambar dan diletakkan pada area koleksi karya anak.

 

Mengundang pengarang

Pengarang buku anak-anak diundang untuk memberikan motovasi kepada anak-anak untuk gemar membaca ataupun menulis. Kegiatan ini akan sangat menarik bagi anak, karena mereka bisa terinspirasi dari pengarang tersebut.

 

Library class

Kegiatan ini berupa belajar dalam perpustakaan setiap satu minggu sekali. Sebagian orang berpendapat bahwa sebaiknya ada jam yang dijadwalkan bagi anak-anak untuk mengunjungi perpustakaan. Pendapat ini menyatakan bahwa kunjungan teratur ke perpustakaan akan mendorong kebiasaan membaca dan membentuk kesadaran bahwa pengetahuan bisa didapatkan dari sumber lain, bukan hanya dari guru.

 

Tonton, gambar dan ceritakan kembali

Anak-anak menonton film favorit, misal  film kartun dora the  explorer dalam ruang perpustakaan yang telah dilengkapi perangkat audio visual. Lalu mereka disuruh menggambar salah satu adegan yang paling mereka sukai kemudian mereka menggambarkan tokoh yang ada dalam film tersebut dan menceritakannya didepan kelas.

 

Pembaca / pendongeng ulung

Guru meminta anak membaca buku setiap akhir pekan di rumah. Kemudian guru menunjuk seorang anak saja untuk membacakan cerita yang telah dibaca di depan kelas setiap awal pekan secara bergiliran. Anak diperbolehkan membawa peraga atau berdandan seperti tokoh utama. Setelah cerita dibacakan, diadakan sesi tanya jawab. Sesi pertama pendengar bertanya pada pembaca. Kemudian pembaca bertanya pada pendengar. Agar lebih meriah, anak yang berani bertanya dan menjawab dengan benar bisa diberi poin. Poin bisa berupa stiker bergambar yang pada akhir semester dapat ditukarkan dengan hadiah yang telah ditentukan. Misal, buku cerita, buku tulis, pensil, dan lain-lain. Atau bisa juga pembaca sudah menyediakan hadiah untuk temannya. Tak harus mahal, hadiah bisa berupa pembatas buku buatan sendiri. Lalu pada akhir tahun, diadakan lomba mendongeng, setiap kelas mengirimkan wakil terbaiknya.

Beberapa kegiatan di atas, merupakan salah satu upaya menarik minat anak untuk sering mengunjungi perpustakaan. Berawal dari rasa suka mengunjungi perpustakaan dan merasa nyaman dala perpustakaan ala mini, selanjutnya bisa menumbuhkan minat baca anak tanpa harus ada paksaan dari pihak lain dalam hal membaca dan menulis.

Leave a Reply

Switch to our mobile site